ASI dan Susu Formula untuk Bayi

Posted on: June 9th, 2012 by admin No Comments

ASI dan Susu Formula untuk BayiKampanye gerakan ASI eksklusif sering diadakan untuk meningkatkan kebiasaan memberikan ASI kepada bayi dibanding dengan pemberian susu sapi atau susu formula. Saat bayi lahir ke dunia para dokter biasanya memberikan waktu inisiasi yaitu membiarkan si bayi untuk mencari puting susu ibu untuk menyusui.ASI adalah makanan terbaik bagi bayi manusia, sama halnya seperti susu sapi baik bagi anak sapi.

Tidak ada susu formula yang mampu menandingi kandungan gizi dan nutrisi yang dapat dalam ASI. Kelengkapan gizi dan nutrisi dalam ASI memungkinkan bagi bayi untuk dapat bertahan hidup tanpa makanan pendamping lainnya.

Namun, ada beberapa kondisi dimana ibu tidak bisa menyusui si bayi sehingga memerlukan tambahan susu formula. Kondisi yang paling umum adalah ibu tidak mampu memproduksi ASI atau ASI yang dihasilkan hanya sedikit sehingga harus dicampur dengan susu formula. Beberapa penyakit yang bisa berpindah melalui ASI seperti AIDS, hepatitis, herpes, infeksi beta streptococcus tidak memungkinkan ibu untuk menyusui si bayi. Bagi wanita yang menderita HIV Positif sangat dilarang untuk menyusui.

Untuk penyakit yang umum seperti flu, demam, infeksi kulit dan diare tidak akan menular melalui ASI, justru berbagai antibodi dari penyakit tersebut akan terbentuk dalam ASI sehingga bayi akan terlindungi dari penyakit itu.

Mengapa ASI?

  • Mengandung gizi dan nutrisi kualitas tinggi yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan juga kecerdasan bayi. Salah satu kandungan penting dalam ASI adalah kolostrum yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Dalam kolostrum sendiri terkandung protein, vitamin A, karbohidrat, dan lemak rendah. ASI juga mengandung taurin, DHA, dan AA yang ketiganya berguna untuk pembentukan sel otak bayi. Seluruh kandungan gizi tersebut juga ada di dalam susu formula namun sering menjadi tidak stabil akibat perubahan suhu, sedangkan pada ASI sudah pasti stabil.
  • ASI mengandung enzim yang membantu proses pencernaan. Pencernaan bayi baru sempurna saat bayi berusia 5 bulan. Sedangkan pada susu formula tidak mengandung enzim pencernaan karena itu lebih banyak sisa pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme yang membuat ginjal bayi bekerja ekstra dan terkadang mengakibatkan sembelit.
  • ASI memiliki komposisi yang pas untuk bayi. Dengan seiringnya perkembangan bayi setiap harinya maka ASI pun mengikuti perkembangan tersebut. Usia bayi semakin bertambah tentunya kadar gizi dan nutrisi juga disesuaikan dengan kemampuan tubuhnya. Misalnya, kadar kolostrum saat bayi baru lahir berbeda dengan kolostrum yang ada pada ASI yang keluar di hari ke 10 setelah bayi lahir. Sedangkan pada susu formula kadarnya selalu sama disetiap takarannya.
  • ASI memiliki zat yang tidak dimiliki oleh susu formula, yaitu zat imunologik. Adalah zat antiinfeksi yang bersih dan bebas kontaminasi. Zat immunoglobullin terdapat dalam kolostrum, berfungsi mencegah bayi terserang penyakit. Kandungan whey protein memudahkan penyerapan lebih besar dibandingkan dengan susu formula.
  • ASI memiliki rasa yang bermacam-macam. Pada dasarnya rasa dan kualitas ASI sangat terkandung pada makanan yang dikonsumsi ibu. Maka itu sangat disarankan para ibu untuk menjaga makanan yang dikonsumsinya agar tidak berkurang kualitas gizi dan ASI tidak terasa asam atau pedas.

Leave a Reply